Author Archives: sonyhsc

Penerimaan Peserta didik baru SMA Negeri 1 Lubuk Alung TP. 2018 – 2019

SMAN 1 Lubuk Alung memakai Sistem Pelaksanaannya dua jalur yaitu :
I. Jalur khusus.
A. Jenisnya:
1. Jalur Prestasi, diseleksi berdasarkan perolehan penghargaan pemenang lomba yang diadakan Kemdikbud seperti; OSN, FLS2N, O2SN dll ; Syaratnya Nilai UNBK untuk Mapel Matematika dan IPA minimal 7.0 (tujuh koma nol) tercantum pada lembar SHUN.
2. Jalur Tahfiz Alquran syaratnya minimal Hafal 3 (tiga) Juz Al-Qur’an
C. Jadwal Khusus (jalur Prestasi) :



  • Pendaftaran dan Seleksi: 18 – 23 Juni 2018

  • Pengumuman: 23 Juni 2018


II. Jalur ON-LINE


A. Sistemnya memakai sistem Zonasi secara Online.
B. Persyaratan dapat di lihat dalam JUKNIS FINAL PPDB 2018 di bawah.
C. Jadawal PPDB On-Line :



  • Pendaftaran: 25-29 Juni 2018

  • Pengumuman yang diterima: 30 Juni 2018 di lihat di website ONLINE

  • Pendaftaran Calon yang diterima: 2-4 Juli 2018

  • Pendaftaran Calon Cadangan: 5 Juli 2018

  • Pengumuman Cadangan di terima: 6 Juli 2018

  • Pendaftaran Cadangan di terima: 6 Juli 2018


D. Hasil pendaftaran bisa di pantau melalui website pendaftaran Online tersebut

Selamat mendaftar kepada semua Putra Putri terbaik dari SMP/MTs Padang Pariaman.TIDAK ADA BATAS RAYON.Selamat berkompetisi!

Untuk Info Lebih Lengkap Cek di unduhan di bawah ini :

JUKNIS FINAL TENTANG PPDB TINGKAT SMA 2018
Unduh disini


Yang Harus Jadi Informasi Terbaru di PPDB 2018
(hal ini terdapat dalam JUKNIS FINAL PPDB 2018)
PELAKSANAAN PPDB (ONLINE)
Pasal 13
Calon Peserta Didik dapat memilih (dua) satuan pendidikan SMA Negeri,

Artinya, Calon Peserta dapat memilih 2 Sekolah yang berbeda di Dalam Zonasi



Iklan

Terimakasih Atas sepenggal Episode dalam Cerita Hidupku

Untukmu yang pernah singgah di hatiku..
Untukmu yang pernah hinggap di hidupku..
Untukmu yang pernah menjadi bagian masa laluku..

Terimakasih…Atas sepenggal episode dalam cerita hidupku
Atas seberkas kisah yang mewarnai lembar masa laluku
Atas manis dan pahitnya cinta palsu dalam perjalanan hidupku

Maafkan aku..Atas segala kebodohanku yang pernah mengagumimu kala itu,Atas segala sikap pengecutku yang tak mampu membahagiakanmu saat itu dan atas segala kepalsuan rasaku dalam menyanjungmu masa itu.

Mengenalmu adalah hal terindah yang takkan aku sesali
Karena mengenalmu menyadarkan aku,sebodoh apa diri ini
Dan merajut kisah bersamamu,mengajarkan aku untuk tak tenggelam dalam kesalahan yang sama

Yakinlah..Tidak semata-mata Allah Azza Wa Jalla memisahkan aku darimu..Tidak semata-mata Allah Azza Wa Jalla menjauhkanmu dariku,Melainkan Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagimu dan bagiku..

Kini,aku telah temukan bahagiaku meski tanpamu
Membingkai surga dalam rumah tangga
Merajut cinta dalam naungan ridha-Nya
Yang banyak mengajarkan aku,siapa sejatinya diriku

Semoga kelak kau temukan bahagiamu
Dalam keberkahan yang dipenuhi sakinah mawaddah dan rahmah

Bermain Dengan Fakta

Tri Isra Janwardi's Blog

Program SM3TMasih tentang pengabdian di daerah yang ‘katanya’ terdepan, terluar, dan tertinggal. Salah satu yang menjadi penyebab daerah dikatakan tertinggal yakni di bidang perekonomian dan pendidikan, itu yang dominan. Tertinggal dalam hal perekonomian yakni masih banyaknya angka kemiskinan dan angka pengangguran di daerah yang dikatakan ‘tertinggal’ tersebut. Jika dikaji kembali sebuah daerah yang dikatakan tertinggal, masalahnya bermuara pada pendidikan, baik itu minat maupun kelengkapan pelaksana di bidang pendidikan tersebut.

Mari kembali ke dunia pendidikan yang menjadi fokus pengabdian di daerah tertinggal masih ‘katanya’. Kembali bercerita mengenai asal-usul program penyuplai guru bagi daerah tertinggal. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan guru dan tenaga ‘fresh’ bagi masyarakat yang berada di daerah tersebut. Mengenai tempat pengabdian sekarang ini sebenarnya tidak kekurangan guru namun guru yang sudah ada

Lihat pos aslinya 36 kata lagi

6 Wanita yang tak layak dijadikan istri menurut pandangan Islam

Al – Anaanah
Al – Anaanah adalah sifat buruk dari seorang wanita yaitu selalu merasa resah. Wanita yang memiliki sifat Al – Anaanah dalam hidupnya selalu merasa tidak cukup seperti ketika sudah diberi motor tidak cukup, mobil tidak cukup, rumah tidak cukup. Wanita Al – Anaanah sangat dibenci oleh Allah karena dia tidak pernah bersyukur dan selalu mementingkan dirinya sendiri.
Al-Manaanah
Al-Manaanah adalah sifat wanita yang selalu mengungkit ungkit. Jika suami melakukan suatu hal yang tidak berkenan di hati wanita tersebut maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. Selalu membicarakan suami : tidak mengigat budi yang telah diberikan suaminya kepadanya, tidak bertanggung jawab, tidak memiliki rasa sayang terhadap suaminya. Padahal suaminya telah memberikan yang terbaik untuknya.
Al –Hunaana
Al –Hunaana adalah sifat buruk yang dimiliki seorang wanita yaitu mengiginkan suami yang lain, seseorang wanita seperti ini tidak layak dijadikan istri menurut pandangan islam. Bukan hanya dia mengiginkan suami lain akan tetapi wanita Al –Hunaana akan lebih mudah selingkuh dengan pria lain.
Al- Hudaaqah
Al- Hudaaqah adalah sifat buruk waniita yaitu suka memaksakan kehendak kepada suami, misal ketika pagi, petang, siang suaminya terus ditekan dan dijadikan budaknya. Pada hal seharusnya menurut pandangan islam suami itu adalah seorang pemimpin rumah tangga. sehingga Wanita Al- Hudaaqah tidak layak jika dijadika seorang istri menurut pandangan islam.
Al –Hulaaqa
Al –Hulaaqa merupakan sifat buruk wanita yaitu sibuk memnjakan dirinya dan lupa akan tanggung jawabnya sebagai seorang istri seperti mengurus anak, sholat, dzikir dan masih banyak lagi. Wanita Al –Hulaaqa akan menyibukan dirinya hanya untuk bersolek dan bersantai ria. Sementara suaminya bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Istri macam ini tidak layak menurut pandangan islam.
As-Salaaqah
As-Salaaqah adalah sifat buruk wanita yang terakhir yaitu suka mengosip. Memang sifat buruk yang satu ini kabnyakan menempel pada setiap hati para wanita. Para wanita As-Salaaqah atau suka gosip menurut pandangan islam sangat tidak layak untuk kita jadikan seorang istri. Karena Allah selalu membenci orang yang suka berbicara dusta/ gosip.
smg kita terhindar dari sifat spt itu…

=Sumber : Facebook => https://www.facebook.com/budi.yansah.35/posts/1026592247357014?fref=nf&pnref=story

Tata cara Pendaftaran CPNS Online 2014 – Panduan Akurat Pendaftaran CPNS Online 2014

Proses penerimaan CPNS tahun 2014 ini harus terlebih dahulu mendaftar secara online melalui portal panselnas.menpan.go.id untuk mendapatkan username dan password yang digunakan untuk LOGIN pada portal instansi yang dilamar.

Pendaftar harus TELITI dan mencermati setiap keterangan/instruksi/pemberitahuan/peringatan yang muncul di halaman-halaman pendaftaran. Karena calon peserta hanya dapat mendaftar 1 (satu) kali di portal ini dan kesempatannya juga hanya sekali saja untuk mengikuti test di salah satu instansi yang dipilih. Panduan atau langkah-langkah dapat dibaca pada alur pendaftaran di website nasional.

Untuk mempermudah bagi pendaftar CPNS berikut penulis uraikan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melakukan pendaftaran online.

1. Pastikan calon pendaftar mendapat informasi tentang formasi jabatan yang tersedia beserta persyaratan dan kualifikasi yang dibutuhkan, caranya:

Klik menu Formasi CPNS 2014, layar akan menampilkan daftar K/L membuka lowongan CPNS seperti ditunjukkan dalam gambar di atas. Cermati semua formasi yang cocok dengan kualifikasi pendidikan, untuk mengetahui persyaratan ikuti langkah kedua.

2. Pelajari persyaratan-persyaratan

Lihat tulisan yang dilingkari, pada menu “Alur Pendaftaran” dibagian bawah terdapat alamat portal instansi untuk melihat persyarratan yang ditetapkan masing-masing instansi. Pada contoh di atas daftarnya hanya satu instansi, namun nantinya daftar akan bertambah.

Cermati semua persyaratan umum maupun khusus seperti umur,kualifikasi pendidikan, IPK, akreditasi, atau apakah ada syarat TOEFL dan lain-lain. Cara lainnya bisa langsung mengunjungi portal masing-masing instansi untuk mengetahui informasi dan keterangan lebih lengkap.

Jika sudah ada instansi yang cocok dan formasinya memenuhi kualifikasi daftarkan diri ke panselnas (langkah ketiga)

3. Mendaftar di panselnas.menpan.go.id

Pada menu Formasi CPNS 2014, klik pada daftar instansi pilihan (bisa K/L atau Pemda) yang akan memunculkan menu formasi instansi pilihan sebagai berikut:

Lihat lingkaran merah, cari bagian bawah kanan yang ada menu Formulir Registrasi kemudian klik, selanjutnya akan menampilkan menu utama yang WAJIB di isi seperti dibawah ini:

 

 

Pada langkah ini pendaftar harus mengisi secara cermat dan teliti semua fill seperti keterangan di atas (NIK, nama, email, instansi, tgl lahir, email dan instansi dari formasi yang dipilih. Jika sudah benar-benar yakin pendaftar bisa melakukan submit. Selanjutnya cek email untuk mengetahui username dan password yang akan digunakan untuk login ke sscn.bkn.go.id.

Pelamar login ke http://www.sscn.bkn.go.id dan melakukan pengisian biodata dan memilih jabatan yang dilamar lalu mencetak kartu registrasi.

Pelamar menyiapkan dan mengirimkan berkas sesuai persyaratan pendaftaran instansi dan wajib menyertakan kartu registrasi SSCN atau tanda bukti pendaftaran CPNS 2014.

 

 

4. Login atau kirim berkas lamaran pada Instansi

Proses selanjutnya tergantung ketentuan dari instansi yang dilamar apakah menggunakan pendaftaran berbasis online atau secara manual via pos (kirim berkas lamaran).

a. Login

Ini berlaku bagi instansi yang menerapkan pendaftaran berbasis online. Buka portal instansi yang dilamar, pada tahap ini lakukan LOGIN dengan menggunakan kode akses (username dan password) yang telah didapatkan dari portal nasional. Setelah berhasil LOGIN maka lengkapi data dengan mengisi formulir yang telah disediakan dan memilih jabatan yang diminati (MAKSIMAL 3 Jabatan berdasarkan prioritas) sesuai dengan kualifikasi pendidikan. Pastikan lowongan formasi beserta uraian jabatannya telah di baca.

Jika data telah lengkap, silahkan tunggu informasi selanjutnya, setelah selesai melengkapi data maka pendaftar akan mendapat informasi melalui email bahwa pendaftar berhasil melakukan pendaftaran CPNS.

b. Kirim lamaran manual atau via pos

Pertama-tama pelamar yang telah melakukan pendaftaran secara online agar mengunduh (download) dan mencetak kartu/Formulir pendaftaran.kemudian dikirimkan bersama berkas lamaran yang dipersyaratkan ke alamat pendaftaran, bisa juga langsung diantar tergantung ketentuan instansinya.  Biasanya pada stopmap atau berkas lamaran ditulis/dicantumkan dengan format seperti ini:

 

Berkas lamaran Pelamar akan diseleksi oleh Pantia Penerimaan CPNS 2014. Peserta yang dinyatakan Memenuhi Syarat seleksi administrasi berhak mengambil Kartu Tanda Peserta; Kartu Tanda Peserta dapat diambil sesuai jadwal yang akan ditentukan kemudian di Pemda atau BKD setempat dan wajib dibawa pada saat mengikuti ujian Computer Assisted Test (CAT) yang jadwalnya akan ditentukan kemudian.

Catatan penulis:
Masih belum jelas bagi instansi yang menerapkan pendaftaran berbasis online, setelah pelamar mendapatkan username dan password dari panselnas.menpan,go.id apakah harus login melalui sscn.bkn.go.id terlebih dahulu atau bisa langsung login ke portal instansi.

“Sepuluh Tahun Aku Membenci Suamiku”

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas.

Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat, kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon.

Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi.
Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “Selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera.

Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya.

Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama.
Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat.

Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai.

Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu.

Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana.

Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah
karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas.

Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya.

Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

Marhaban Ya Ramadhan 1434 H

Kartu Ucapan Selamat Puasa

Kau Memberi Warna Baru

Benih rindu’mu semakin tumbuh dalam khayalku,
Membuahkan satu rasa manis dalam kecapku..

Kau seperti sesosok matahari pagiku,
Membangunkan setiap bahagia dalam hari baru ku,

Benih cinta mu semakin nyata dalam hidupku,
Di hati mu, akan ku tenggelamkan jasadku,
Karena hanya di hati mu jiwa ini terasa nyaman..

Kau memberi sejuta warna dalam dunia ku,
Hanya hitam dan putih dalam dunia lalu ku,
Kau memberi warna baru..

Begitu indah dapat hidup bersama mu,
Begitu menyenangkan selalu bersamamu,
Betapa hidup ini terasa nyaman, bila kau selalu ada di sisiku..

Mungkin kau wanita terakhir ku,
Tempat ku berlabuh,
Tempat ku bersimpuh..

Ku kan selalu hidup untuk mu,
Walaupun esok adalah hari akhir ku..
Karena hati ini telah lama ku titipkan pada langit malam,
Dapat selalu menemani mu, menghantar mu dalam lelap..