Category Archives: Surat

Terimakasih Atas sepenggal Episode dalam Cerita Hidupku

Untukmu yang pernah singgah di hatiku..
Untukmu yang pernah hinggap di hidupku..
Untukmu yang pernah menjadi bagian masa laluku..

Terimakasih…Atas sepenggal episode dalam cerita hidupku
Atas seberkas kisah yang mewarnai lembar masa laluku
Atas manis dan pahitnya cinta palsu dalam perjalanan hidupku

Maafkan aku..Atas segala kebodohanku yang pernah mengagumimu kala itu,Atas segala sikap pengecutku yang tak mampu membahagiakanmu saat itu dan atas segala kepalsuan rasaku dalam menyanjungmu masa itu.

Mengenalmu adalah hal terindah yang takkan aku sesali
Karena mengenalmu menyadarkan aku,sebodoh apa diri ini
Dan merajut kisah bersamamu,mengajarkan aku untuk tak tenggelam dalam kesalahan yang sama

Yakinlah..Tidak semata-mata Allah Azza Wa Jalla memisahkan aku darimu..Tidak semata-mata Allah Azza Wa Jalla menjauhkanmu dariku,Melainkan Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagimu dan bagiku..

Kini,aku telah temukan bahagiaku meski tanpamu
Membingkai surga dalam rumah tangga
Merajut cinta dalam naungan ridha-Nya
Yang banyak mengajarkan aku,siapa sejatinya diriku

Semoga kelak kau temukan bahagiamu
Dalam keberkahan yang dipenuhi sakinah mawaddah dan rahmah

Iklan

Kau Memberi Warna Baru

Benih rindu’mu semakin tumbuh dalam khayalku,
Membuahkan satu rasa manis dalam kecapku..

Kau seperti sesosok matahari pagiku,
Membangunkan setiap bahagia dalam hari baru ku,

Benih cinta mu semakin nyata dalam hidupku,
Di hati mu, akan ku tenggelamkan jasadku,
Karena hanya di hati mu jiwa ini terasa nyaman..

Kau memberi sejuta warna dalam dunia ku,
Hanya hitam dan putih dalam dunia lalu ku,
Kau memberi warna baru..

Begitu indah dapat hidup bersama mu,
Begitu menyenangkan selalu bersamamu,
Betapa hidup ini terasa nyaman, bila kau selalu ada di sisiku..

Mungkin kau wanita terakhir ku,
Tempat ku berlabuh,
Tempat ku bersimpuh..

Ku kan selalu hidup untuk mu,
Walaupun esok adalah hari akhir ku..
Karena hati ini telah lama ku titipkan pada langit malam,
Dapat selalu menemani mu, menghantar mu dalam lelap..

Surat Cinta Untuk Umi

Ibu, saat semua orang tak mempercayai dirikukau yang pertama kali meyakinkan diriku bahwa kubisaSaat kuterpuruk dengan kesalahan dan kegagalankau yang selalu menyemangati dan memotivasi diriku

Umi,

Saat kuterbaring lemas dalam kesakitan

kau yang mengobati dan menjagaku siang malam

Saat ku kedinginan dan ketakutan dalam gelapnya malam

kau yang menyelimutiku dengan belaian sayangmu

lalu kau bercerita indah sampai ku tertidur di pangkuanmu

Kini,

Saat kuberanjak dewasa

berapa sering kutolak permintaanmu

walau hanya sekadar membelikan sesuatu di warung

walau hanya sekedar memijit kakimu yang lelah seharian dengan pekerjaan rumah yang tiada habisnya

Saat kuberikan beberapa rupiah untukmu

serasa berjasa dan sudah menjadi anak soleh

padahal 23 tahun lamanya kau beriku makan

kau beriku pakaian, kau antarku sekolah, bahkan tak lupa kau beriku mainan

Sahabatku,

Berapa sering ayah dan ibu memberi hadiah saat kita milad dan mendapatkan prestasi,

namun sudah berapa kali kita memberi hadiah pada ibu?

Bahkan pada moment bahagianya, masih ingatkah kita?

Untuk hanya sekadar mengucapkan selamat dan melantunkan do’a-do’a cinta

Untuk sekadar mencium tangannya yang mulai keriput, atau bersimpuh di kakinya yang suci

Sahabat,

Berapa usia ibu kita?

Kapan kita mau menghajikannya?

Kapan kita mau membuatkan rumah yang layak untuknya?

Kapan kita mau jadi anak soleh yang senantiasa mendoakannya?

Jangan sampai kita menyesal,

saat semuanya kita miliki

tak ada ibu yang bisa mengecap kesuksesan dan keberhasilan dirimu

ah..

 

Read the rest of this entry